Ada empat jenis pusat tangung jawab, digolongkan
menurut sifat input dan atau output moneter yang untuk tujuan pengendalian
pusat pendapatan, pusat beban, pusat laba, dan pusat investasi.
a. Pusat Pendapatan
Dalam
pusat pendapatan, Saung Gedang memfokuskan pada fungsi penjualan dan pemasaran
dengan tujuan untuk memperbaiki pangsa pasar secara signifikan.
b. Pusat Beban
Pusat
pertanggung jawaban atas biaya akan difokuskan, seperti biaya bahan baku,
tenaga kerja, administrasi, komponan dan perlengkapan lain Saung Gedang
c. Pusat Laba
Pusat
laba akan difokuskan pada output yang beupa unit bisnis, karena laba adalah
ukuran kinerja yang berguna, karena Saung Gedang mengedepankan profit oriented
dan kualitas rasa.
d. Pusat Investasi
Untuk
menunjang keberlangsungan usaha Saung Gedang kami menanamkan investasi pada
beberapa petani pisang, sebagai penunjang kebutuhan akan bahan baku agar sellu
terpenuhi.
Untuk
gambaran pusat petanggung jawaban, Saung Gedang menggunakan pengukuran profitabilitas
pusat laba (yaitu, selisih antara pendapatan dan beban). Laba merupakan
ukuran kinerja yang sangat responsif terhadap tekanan untuk meningkatkan
kinerja kompetitif. Fokus pada “margin laba” berfungsi untuk menghasilkan
keuntungan yang maksimum dari produk Saung Gedang yang sekarang. Perhitungan
yang digunakan adalah Net profit margin
Net
profit margin merupakan rasio antara laba setelah pajak dan penjualan. Rumus
untuk menghitung net profit margin adalah sebagai berikut:
"Net Profit Margin = Laba Setelah Pajak /Penjualan"
Yaitu laba per tahun sebesar Rp 115.428.000 (Rp
9.619.000 x 12) dan penjualan di tahun 2016 sebesar Rp 83.025.000 diperoleh
NPM sebesar 1,4%
Net profit margin mengukur kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba bersih setelah pajak dengan menggunakan penjualan yang
berhasil dicapai perusahaan. Rasio ini mencerminkan efisiensi seluruh bagian,
yakni produksi, personalia, pemasaran, dan keuangan yang ada dalam perusahaan
Saung Gedang dalam menghasilkan laba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar