Dalam mengimplementasikannya Saung Gedang
juga fokus dalam
menciptakan tenaga kerja yang professional dengan menggunakan sistem pengukuran
balanced scorecard. Melalui balanced scorecard setiap bagian yang terlibat
dalam usaha harus iku terlibat dalam menunjang rencana strategis perusahaan.
Prespektif dalam Balanced
Scorecard
1. Perspektif Keuangan
Untuk mendukung strategi pertumbuhan pendapatan
Saung Gedang, maka tolok ukur keuangan yang sebaiknya dijadikan sebagai tolok
ukur kinerja bisnis yang utama adalah tolok ukur keuangan seperti perhitungan
rasio profitabilitasnya salah satunya net profit margin. Tolok ukur ini dapat
digunakan untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran strategis Saung Gedang
dalam hal pendapatannya, yaitu :
Profit margin, yang terdiri dari :
- Net profit margin / Margin Laba
Bersih
Net
Profit Margin = Laba Setelah Pajak / Penjualan
dimana
laba Saung Gedang pada periode 2016 sebesar Rp 9.619.000 / Rp
11.700.000 = 0,82% (NPM)
Net profit margin mengukur kemampuan
Saung Gedang untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak dengan menggunakan
penjualan yang berhasil dicapai perusahaan. Rasio ini mencerminkan efisiensi
seluruh bagian, yakni produksi, personalia, pemasaran, dan keuangan yang ada
dalam perusahaan dalam menghasilkan laba.
2. Perspektif Pelanggan
Sasaran strategi dalam perspektif pelanggan yang
diterapkan dalam bisnis Saung Gedang meliputi :
a) Miningkatkan mutu
pelayanan kepada pelanggan, dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan
dan juga mempertahankan pelanggan.
b) Survey terhadap
keluasan pelanggan meliputi : pelayanan, penanganan keluhan, pengenalan produk
baru Saung Gedang, Kualitas produk (rasa, tampilan, harga).
c) Memperluas lingkup
pelanggan Saung Gedang, yang awalnya mayoritas pelajar dan mahasiswa meningkat
pada lingkup pekerja dan wisatawan lokal.
3. Proses Bisnis Internal
Saung Gedang mengembangkan beberapa sasaran
strategi dalam perspektif ini, meliputi :
a) Menjaga komunikasi
seluruh bagian lingkungan Saung Gedang, untuk menghindari miss komunikasi.
b) Memperlakukan seluruh
pihak internal Saung Gedang meliputi Stakeholder, karyawan, supplier) dengan
rasa kekeluargaan.
c) Meningkatkat
profesionalisme karyawan.
d) Meningkatkan
penggunaan teknologi informasi, dari pelayanan outdoor (delivery order)
e) Meminimalisir tingkat
kesalahan pelayanan (human error), dan ketepatan waktu pelayanan (service time)
4. Pembelajaran dan Pertumbuhan
Dalam perspektif ini Saung Gedang mengacu pada :
a) Kepuasan karyawan,
dengan melakukan survey seperti gaji dan tunjangan.
b) Evaluasi Tingkat
produktifitas dalam satu periode.
c) Mengembangkan skill
karyawan (training)
d) Ekspansi bisnis (perluasan usaha) dengan
membuka cabang baru di beberapa kota dalam jangka waktu 2-3 periode.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar